Minggu, 22 Mei 2011

antara pulsa , cinta , dan realita.

Belakangan ini , di Inbox HP isinya kebanyakan SMS gak jelas. Mulai dari SMS nyasar yang isinya 'Mama Gadungan minta dibeliin pulsa', sms dari temen yang isinya lelucon yang didapet juga cuman 'forward an' dari orang laen, sms doa yang harus disebarin ke 10 orang dan kalo nggak disebarin ke 10 bakalan celaka ( nahh.., mampus nggak tuh.. ). Kalo enggak ya sms yang isinya cuma gambar emotion,. Kalo nggak gambar emotion ;D ,  kek gini ;(  ,  atau kek gini :). Nggak cuma sms sih, kadang juga ada telfon gak jelas,. Kenal juga enggak, tau-tau ngaajak ngobrol ngalor ngidul.

Hari gini, siapa sih yang nggak punya alat komunikasi yang namanya HP. Dari hari ke hari pengguna mobile phone a.k.a HP makin bertambah. Tukang becak aja sekarang mengayuh becak sembari menelepon, pembantu aja jaman sekarang nyuci baju sambil sms, tukang siomay keliling juga nggak mau kalah gaol ikut-ikutan berHP-HP ria sambil menjajakan Siomay nya.
 
Apa sih yang nggak bisa dilakuin HP??. DAri fungsi Camera, Radio, Music player, record, video, game, 3G , 3,5G ,penggunaan GPS,browsing, chatting, Penggunaan office work semacam microsoft word, nonton TV, semua bisa dia lakukan. Ibarat toko sih, 'One stop shopping'  , saking kumplit nya. Teknologi penggunaan HP pun juga semakin murah. Dulu harga satu SMS Rp.500 , lalu turun ke harga Rp.350 , dan seiring berkembangnya dan semakin gampang dan murahnya teknologi, harga sms sekarang berkisar Rp.150 - Rp.99 , itupun masih ada yang lebih murah lagi tapi tergantung Provider penyedia jasa kartu SIM CARD. Ada juga provider yang menawarkan harga Rp. 0 ( nol rupiah ) alias SMS gratis. Syarat dan ketentuan berlaku sih, tergantung peraturan si para provider. Bukan hanya SMS yang murah, telfon sekarang juga murah. Ada yang telfon gratis antar sesama Provider, ada yang gratis setelah menit ke 5, ada juga yang dapat bonus telfon dari jam 00.00-05.00. Pokoknya provider menawarkan berbagai pilihan dan kemudahan dalam berkomunikasi lah. Ahh.., provider memang pintar menjalankan tak-tik bisnis nya. Semakin murah harga yang ditawarkan, akan semakin bertambah pula penggunanya. Memang hebat si provider, berhasil menguasai pasar. Tapi, para pengguna jasa provider tidak sadar bahwa mereka ( termasuk saya ) sudah berhasil kecanduan dengan telfon dan SMS menggunakan HP karena berbagai keuntungandan fasilitas yang diperoleh. Semakin kita sering memakai, maka kita akan semakin sering mengisi pulsa, lagi.... , lagi...., dan lagi.

Buat para pencinta-pencinta yang dimabuk asmara, SMS gratis dan Telfon gratis cukup membantu proses PDKT.  Anda mendapatkan bonus 500SMS GRATIS. Nah lo.., bayangin !! Gratis 500 SMS, pegel nggak tuh ngetik terus. Ya karena sms gratis itulah, kegiatan PDKT aman terkendali dan bisa ngirit juga.  Kalau udah dapet gratisan kaya gitu, kita malah kadang-kadang jadi bingung sendiri ngeabisinnya. Saking pingin buang-buang SMSnya, maka muncullaj berbagai SMS nggak jelas tadi. Saking gratisnya sms, si orang-orang yang lagi pdkt bisa kirim sms sampe 50 kali perhari. Walopun kadang isi sms nya juga nanya kabar atau yang isinya, "heyy,..Lagi ngapain..?" , "udah makan belon??"  ,   "Jalan yuk..!!" , atau sms yang isinya rayuan-rayuan pulau kelapa. Kalau yang udah jadian sih, paling isinya seputar pertanyaan 'Posessif',  " Dimana yank / beib.. / cin.. / say. .??",  "Perginya ma siapa say..?", dan blaa blaaabllaaaaaaa.... sort of.

Laen cerita kalau telfon gratis. Kalau dulu pengin telfon murah musti di bela-belain begadang dulu, karna tarif telfon Happy hour 00.00-05.00 murah, kadang malah gratis. Kalau sekarang telfon gratis mungkin hanya berlaku sesama provider.

Baru sadar akhir-akhir ini ketika batere HP ngedrop terus. Ternyata karena keseringan buat telfon dan SMS , makanya batere yang biasanya tahan 3/4 hari sekarang cuma bertahan 2 hari. Yaa.. karena kita ini pengkonsumsi listrik, tanpa pikir panjang kita asal colok aja. Entah berapa kali kita colok-cabut-colok-cabut charger HP kita. Semakin sering kita menggunakan HP, maka semakin sering juga kita harus nge-charge ulang batere. Dan semakin kita nge-charge, maka semakin sering juga kita menggunakan listrik. Semakin kita menggunakan listrik, maka semakin besar pula bahan bakar yang digunakan untuk menggerakan motor pembangkit listrik. Semakin sering menggunakan bahan bakar maka akan semakin habis sumber bahan bakar, begitu pula sumber daya alam yang kita miliki.  Blaa  blaa  blaaa..., begitu siklus nya.  Kalau sumber daya alam habis dan tidak ada penggantinya, lalu bagaimana nasib kehidupan di Bumi selanjutnya ?? Sementara belum ditemukan bahan bakar alternatif.

Selain ngefek ke sumber daya alam, ada juga realita lain. Sebelum HP booming dan menjadi alat elektronik yang paling dicintai oleh manusia, dulu kita sering ngeliat banyak Wartel ( warung telepon ). Tetanggaku dulu juga penyedia jasa wartel . Tapi karena lagi-lagi berkembangnya teknologi dan biaya telfon dari HP ke HP lebih murah dari pada telefon kabel , banyak penyedia jasa Wartel yang gulung tikar,rugi,  termasuk si tetangga yang beralih profesi jadi penjual pulsa. Sekarang keberadaan wartel hampir tidak ada, bahkan langka. Semua orAng berpindah ke HP. 

Efek lainnya, bertambahnya orang yang menggunakan HP, maka berkurang pula penggunaan telepon rumah. Berkurangnya telepon rumah, maka berkurang pula jumlah pemasangan telepon kabel. Dengan berkurangnya jumlah pemasangan telepon rumah/telepon kabel, maka berkurang pula jumlah pendapatan yang didapatkan tukang pemasang telepon kabel. Dan berkurangnya pendapatan pemasang telepon, maka pemenuhan kebutuhan ekonomi juga jadi terhambat.

Trus salah siapa kalau hal-hal itu terjadi?  salah provider ? Trus musti gimana mengahdapi realita yang ada.?? Kembali ke jaman dulu dengan menggunakan surat menyurat dalam berkomunikasi??  pake telegram? pake  kartu pos? atau kalau perlu pake Merpati pos. Hemat, tanpa BBM, dan tidak menyebabkan global warming. Ya nggak gitu - gitu juga kaleeee....!! Provider nggak salah. Malah justru kita harus berterima kasih juga kok,  karena berkat provider kita bisa memanfaat teknologi dan semua fasilitas yang diberikan provider. Mungkin yang salah kita-kita sendiri, si pengguna, konsumen, dan pecandu komunikasi via Mobile phone. Kita harusnya lebih bijak menggunakan teknologi. Sebenarnya kan kita juga bisa ngendalikan pemaikaian HP kita, ataupun alat elektronik yang lain. It depends on person to person. Makanya, Gunakan seperlunya saja  dan jangan berlebihan, kan sebenernya hal-hal yang berlebihan itu juga nggak baik to.

Sekedar wacana untuk membuat kita lebih bijak dalam menyikapi sesuatu.  Kita harus peka terhadap hal yang kita lakukan. Karena hal-hal yang kita lakukan tidak hanya berakibat bagi diri kita sendiri, namun juga berakibat bagi orang lain. Selain itu dari sebuah hal kecil yang kita lakukan bisa menyebabkan hal yang besar dan bisa memberikan dampak sistemik.